Ini Cara Liverpool Rayakan Gelar Liga Inggris Menurut Klopp

Saat ini Liverpool sudah berada di ambang juara Liga Primer Inggris. The Reds hanya butuh dua kemenangan lagi. Dengan raihan enam poin, gelar juara menjadi milik Si Merah.

Namun demikian situasi yang terjadi saat ini berbeda dengan musim-musim sebelumnya. Pada musim sebelumnya para juara bisa merayakan pesta juara dengan berbagai cara. Namun tidak demikian dengan musim ini.

Dunia umumnya dan Inggris khususnya sedang menghadapi wabah Corona atau Covid-19. Kompetisi bahkan sempat terhenti selama beberapa bulan karena wabah tersebut. Hal ini pun akan berlanjut hingga kompetisi digulirkan lagi dengan penerapan pembatasan sosial. Hal ini membuat Liverpool tak bisa berpesta dengan para penggemarnya sebagaimana biasanya.

Situasi ini pun mendapat tanggapan dari pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. Menurut mantan pelatih Borussia Dortmund itu pihaknya bisa saja berpesta dengan para penggemarnya. Namun demikian tidak saat ini. Mereka baru akan berpesta pada momen yang tepat.

“Kalau kami menjadi juara, apapun perayaannya mungkin kami akan melakukannya secara internal dan dengan seluruh suporter kami di momen di mana kita diizinkan untuk melakukannya lagi,” beber Klopp.

Lebih lanjut pelatih asal Jerman itu memastikan bahwa hal itu bisa saja terjadi. Begitu juga dengan parade kemenangan.

“Saya bisa menjanjikan kalau hal itu terjadi, akan ada parade juga. Kapanpun. Siapa yang peduli! Kami cuma butuh sehari ketika semua orang bisa datang dan kemudian kami akan melakukannya,” sambungnya.

Saat ini kompetisi sedang terhenti dan direncanakan akan bergulir lagi pada pertengahan bulan ini. Pelatih asal Jerman ini mengaku sudah tak sabar untuk kembali berlatih. Ia sudah sangat rindu dengan aktivitas tersebut. Meski saat ini sepak bola bukan yang terpenting, namun ia menyadari bahwa gairah hidupnya ada pada dunia yang telah membesarkan namanya itu.

“Saya sudah sangat merindukannya sekali, itu luar biasa. Saya tahu sepakbola bukan hal terpenting dalam hidup, tapi itu adalah gairah hidup saya. Saya harap orang-orang menantikannya, karena kami menantikannya,” beber Klopp.

Saat ini Liverpool berstatus pemuncak klasemen sementara Liga Primer Inggris hingga kompetisi terpaksa dihentikan. The Reds bahkan sudah berada di ambang juara dengan hanya membutuhkan tambahan enam poin lagi alias dua kemenangan. Dengan keunggulan 25 poin dari Manchester City di urutan kedua, tim asal kota pelabuhan itu hampir pasti mengakhiri puasa gelar selama 30 tahun terakhir.

Meski begitu Klopp mengatakan pihaknya tak ingin jemawa dengan selisih poin tersebut. Menurutnya masih tersisa sembilan pertandingan yang memperebutkan total 27 poin. Ia menegaskan timnya berusaha untuk meraih poin sebanyak mungkin. Meski sudah berada di ambang juara, Liverpool sejatinya belum juara.

Liverpool Terancam Gagal Pesta Juara di Kandang, Begini Respon Klopp

Peluang Liverpool untuk menjadi juara Liga Primer Inggris musim ini semakin terbuka. Klub berjuluk The Reds itu berstatus pemuncak klasemen sementara dengan raihan total 82 poin. Langkah Si Merah menuju tangga juara kini hanya berjarak enam poin.

Si Merah hanya butuh dua kemenangan lagi untuk menjadi kampiun. Ini akan menjadi gelar Liga Primer Inggris pertama setelah penantian selama 30 tahun. Namun demikian pesta juara Liverpool terancam hambar.

Pasalnya mereka bakal merayakan gelar juara tidak di kandang sendiri. Hal ini disebabkan karena situasi yang belum kondusif tersebab terpaan wabah Corona atau Covid-19. Pihak keamanan Inggris tidak menghendaki bagi Liverpool untuk menggelar laga kandang karena berpeluang memancing keramaian dari para suporter.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp pun angkat bicara terkait hal ini. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu tak ambil pusing dengan hal tersebut. Baginya yang terpenting adalah timnya mampu menyegel gelar juara. Kini Klopp lebih fokus untuk mempersiapkan timnya untuk meraih dua kemenangan.

“Kapan pun itu, mau di stadion kosong atau bla, bla, bla, itu bakal tetap menjadi hari yang luar biasa buat saya, terutama berkat dukungan dan doa serta cinta dari orang-orang di seluruh dunia,” beber Klopp.

Lebih lanjut pria asal Jerman itu mengatakan pihaknya sama sekali belum mengetahui di mana tempat mereka merayakan gelar juara. Ia sebenarnya berharap pesta tersebut bisa digelar di kandang sendiri. Namun demikian dalam situasi yang tidak menentu seperti ini, Klopp lebih mementingkan trofi agar tak sampai lepas dari tangan mereka.

“Di mana pun tempatnya saya tidak tahu. Kami harap bisa dilakukan di Anfield, tetapi kami belum tahu pasti dan itu juga tidak terlalu penting,” tegasnya.

Liga Primer Inggris akan kembali melanjutkan kompetisi pada 17 Juni 2020.  Namun demikian jadwal ini masih bisa berubah tergantung situasi dan pemenuhan syarat-syarat yang ditetapkan pemerintah Inggris.

Tentu diharapkan kesepakatan sementara ini akan menjadi definitive. Pihak-pihak terkait bisa bekerja cepat dan cermat untuk memenuhi semua syarat terutama aspek keamanan.

CEO Premier League, Richard Masters mengatakan tanggal tersebut masih bisa berubah tergantung kesiapan. Saat ini yang terutama adalah kesehatan dan keselamatan semua peserta.

“Hari ini kami untuk sementara waktu telah sepakat melanjutkan Premier League pada Rabu 17 Juni. Tapi tanggal ini tidak bisa dikonfirmasi lebih dulu sampai kami sudah memenuhi seluruh persyaratan keamanan yang dibutuhkan, karena kesehatan dan keselamatan semua peserta dan suporter adalah prioritas kami,” beber Masters.

Man United Disebut Tertinggal Jauh dari Liverpool dan Man City

Bagaimana performa Manchester United saat ini? Bagaimana Setan Merah bila dibandingkan dengan klub-klub Liga Inggris lainnya seperti Liverpool dan Manchester City?

Bila pertanyaan ini dilayangkan kepada Teddy Sheringham maka jawaban yang diberikan cukup menohok. Mantan pemain depan Manchester United itu mengatakan sepak terjang Setan Merah masih jauh dari ideal. Dibandingkan klub-klub rival, situasi yang terjadi dengan klub United menunjukkan masih banyak hal yang harus dibenahi.

“Ketika Anda melihat ke Liverpool dan Manchester City, mereka tertinggal jauh. Saya suka dengan apa yang dilakukan Ole di sana, saya rasa ada nuansa yang bagus di klub pada saat ini,” beber Sheringham.

Lebih lanjut mantan pemain tim nasional Inggris itu mengatakan Setan Merah harus lebih jeli dan taktis dalam berbelanja pemain agar tidak sampai membuang-buang uang untuk mendatangkan pemain bintang namun tidak mampu menununjukkan performa gemilang. Beberapa nama patut disebut seperti Romelu Lukaku, Alexis Sanchez, hingga Angel Di Maria.

Ia yakin dengan kinerja pelatih United saat ini, Ole Gunnar Solskjaer. Sheringham menilai situasi yang terjadi di klub tersebut kian membaik. Meski sempat mengalami periode awal yang kurang baik, perlahan-lahan mantan pemain tim nasional Norwegia itu sudah mampu mengendalikan tim.

“Dia sudah menjalani periode awal yang sangat bagus, dia sempat mengalami periode kurang enak, saya rasa dia sudah menstabilkan tim sekarang. Menurut saya, segala sesuatunya berjalan ke arah yang tepat, tapi tetap masih jauh untuk menantang dua tim teratas di kejuaraan.”

Namun demikian Sheringham mengatakan bila dibandingkan dua klub rival, situasi United masih jauh. Untuk itu ia meminta klub dan pihak terkait untuk lebih jeli saat berbelanja pemain. Hanya pemain yang diyakini potensial untuk bisa berkontribusilah yang akan direkrut. Jangan sampai membuang-buang uang untuk pemain mahal namun hasilnya tidak sesuai harapan.

“Mereka perlu merekrut pemain dengan sikap yang tepat. Mengeluarkan orang-orang yang tepat juga, yang mana tidaklah mudah di sebuah klub. Tapi mereka perlu berjalan di arah yang benar,” tegasnya lagi.

Saat ini Solskjaer terus berbenah. Perlahan-lahan ia berusaha untuk mengembalikan United ke jalur yang tepat. Hal ini bisa dilihat dari posisi United di tabel klasemen sementara. Sebelum kompetisi dihentikan, United berada di urutan kelima, berjarak beberapa poin dari Chelsea di urutan keempat.

Apakah Setan Merah akan terus membaik di musim-musim selanjutnya? Kita lihat saja nanti.

Emery Pernah Sentil Ozil Tak Punya Komitmen

Bukan rahasia lagi hubungan antara Unay Emery dan Mesut Ozil saat keduanya sama-sama berada di Arsenal tidaklah harmonis. Pemain asal Jerman itu kurang mendapat menit bermain dari sang pelatih.

Emery pun buka suara terkait hal itu. Menurut Emery dirinya memiliki alasan untuk tidak memberinya menit bermain secara reguler. Ia menilai sang pemain terlihat seperti tidak memiliki motivasi dan komitmen.

“Pada akhirnya dia harus melihat dirinya sendiri. Sikap dan komitmennya,” beber Emery.

Lebih lanjut mantan pelatih Paris Saint-Germain (PSG) itu mengatakan dirinya sudah berusaha untuk membantu sang pemain. Ia mengatakan dirinya selalu memperhatikan para pemain berbakat di setiap klub yang pernah ditanganinya, tidak terkecuali Ozil.

“Saya berusaha sekuat tenaga untuk membantu Ozil. Sepanjang karir saya, para pemain berbakat telah menjadi favorit saya dan mereka telah bermain sebaik mungkin atau mendekati yang terbaik bersama saya,” lanjutnya.

Lebih lanjut Emery mengatakan dirinya selalu berusaha berpikir positif. Namun demikian niat dan maksud baiknya tidak berjalan berbarengan dengan komitmen sang pemain.

“Saya selalu positif dengannya karena ingin ia terlibat dalam permainan. Namun kemudian sikap yang dia adopsi, dan tingkat komitmen sangat itu tidak cukup untuk tim.”

Emery juga membuka bagaimana sikap para pemain Arsenal lainnya di ruang ganti. Ia sebenarnya menjagokan Ozil untuk menjadi kapten. Namun di ruang ganti para pemain tidak ingin mantan pemain Real Madrid itu menjadi kapten.

“Salah satu kapten mungkin adalah Oezil tetapi di ruang ganti tak ada yang ingin dia menjadi kapten. Tingkat komitmennya bukanlah seseorang yang pantas menjadi kapten, dan bukan itu yang saya putuskan, itu para pemain putuskan,” lanjutnya.

Emery juga membuka salah satu pengalaman yang memperkuat kesan buruknya kepada Ozil. Setelah Arsenal takluk dari Chelsea di final Liga Europa 2018/2019, Ia meminta para pemain untuk datang dan melakukan pembicaraan dengan mereka.

Saat itu ia ingin melakukan pembicaraan personal dengan setiap pemain. Ternyata Ozil tidak datang saat itu.

“Saya mengadakan pertemuan dengan semua pemain di hari itu. Obrolan secara personal selama setengah jam dengan masing-masing pemain. Hanya Ozil yang tidak mau datang,” lanjutnya lagi.

Pelatih asal Spanyol itu pun menegaskan dari pengalaman seperti itu terlihat jelas lemahnya komitmen Ozil. Bila para pemain berkomitmen maka tidak ada alasan untuk tidak datang saat itu.

“Dia tidak datang. Dan itulah yang saya katakan soal komitmen. Ketika komitmennya 100 persen maka semua pemain harusnya datang,” pungkasnya.

Kompetisi Bakal Berlanjut, Para Pemain Liga Inggris Belum Dimintai Pendapat

Saat ini berkembang aneka rumor terkait nasib Liga Primer Inggris musim ini. Sebagian besar kabar terkait kemungkinan bergulirnya kembali kompetisi tersebut. Bahkan dikabarkan tidak butuh waktu lama bagi Liga Inggris untuk kembali hadir di ruang tontonan para penggemarnya.

Namun demikian muncul kekecewaan dari pemain Liga Inggris yang merasa tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan untuk menentukan nasib kompetisi musim ini. Sebagaimana dikatakan oleh bek West Ham United, Aaron Cresswell, para pemain tidak didengar pendapat dan pandangannya. Begitu juga, ia menilai hal yang sama untuk kepala medis FIFA.

“Saya pikir terlihat jelas bahwa opini para pemain tidak didengar, termasuk saran dari kepala medis FIFA sendiri,” ungkap Cresswell di jejaring sosial twitternya.

Pemain internasional Inggris itu menilai sejak kompetisi ditangguhkan hingga kini para pemain sama sekali belum diberikan ruang dan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan pandangan terkait masa depan Liga Inggris di tengah pandemi Corona atau Covid-19.

“Sudah 10 pekan sejak kami terakhir bermain bola dan belum ada polling untuk melihat bagaimana pendapat para pemain,” sambungnya.

Meski tidak dimintai secara resmi oleh otoritas terkait, beberapa pemain yang merumput di Liga Primer Inggris sudah menyatakan pendapatnya. Beberapa di antaranya adalah striker Manchester City, Sergio Aguero dan pemain muda Chelsea, Tammy Abraham. Para pemain itu berpendapat saat ini situasi belum kondusif untuk memulai lagi kompetisi. Mereka menyatakan masih ada rasa takut bila harus bermain dalam situasi seperti saat ini.

Sementara itu pelatih Chelsea, Frank Lampard menyampaikan masukan kepada para pelatih klub Liga Inggris terkait hal ini. Untuk mengurangi ketakutan dan kecemasan, Lampard meminta para manajer untuk berbicara dengan para pemain.

“Bagian penting dari pekerjaan pelatih saat ini adalah memiliki empati terhadap para pemainnya,” beber Lampard.

Lebih lanjut Lampard mengatakan, dalam situasi seperti saat ini para pelatih harus bisa berkomunikasi dari hati ke hati dan melakukan pendekatan personal yang baik dengan para pemain. Situasi seperti ini bukan tidak mungkin masih membuat para pemain merasa cemas. Bagaimanapun urusan kesehatan dan keselamatan adalah yang utama.

“Kami tak bisa cuma bilang, ‘guys, kita akan begini begini’, sebab tak ada yang pernah mengalami ini sebelumnya. Para pemain bukannya mogok main, mereka bukannya tak mau berlatih, atau berselisih dengan pemain lain, tapi karena hal ini berdampak pada semua orang, khususnya keluarga mereka,” tegasnya.

Liverpool Kecewa dengan Walikota Liverpool

Ternyata pernyataan yang dikeluarkan walikota Liverpool, Joe Anderson, tidak membuat klub Liverpool senang. Pihak The Reds secara tegas mengatakan kecewa dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh sang walikota.

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan klub tersebut, Liverpool mengatakan pihaknya kecewa dengan komentar Joe Anderson.

“Sebagai klub, kami sadar itu dan merasa kecewa dengan komentar walikota Joe Anderson dalam wawancara yang diterbitkan hari ini,” ungkap Liverpool.

Lebih lanjut Liverpool mengatakan pernyataan tersebut tidak didasarkan pada bukti yang kuat. Beberapa hal yang dikatakan di antaranya terkait pertandingan yang digelar tertutup tidak berdasar.

“Karena memang tidak ada bukti kuat yang mendukung klaim itu, kami juga ingin menegaskan terkait poin penting dalam beberapa pembicaraan terakhir dengan walikota Anderson terkait pertandingan tertutup. Kami rasa itu penting untuk pemangku kepentingan di kota ini untuk terus bekerja sama dan beriringan,” sambungnya.

Liverpool mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan komunikasi intensif dengan para penggemar Liverpool. Hal ini bertujuan untuk menyampaikan berbagai perkembangan terkait kelanjutan Liga Inggris dan himbauan yang perlu dipatuhi.

“Dalam beberapa pekan terakhir, kami juga terus berhubungan dengan kelompok suporter yang juga menginformasikan usaha mereka untuk menurut aturan jaga jarak. Begitu ada pengumuman bahwa sepakbola bisa dihelat lagi, kami akan terus bekerja bareng mereka dan juga pemangku kepentingan lainnya untuk bisa mencapai tujuan krusial ini,” sambungnya.

Tidak hanya itu Liverpool juga mengakui pihaknya juga tak lupa untuk berkomunikasi dengan otoritas setempat, termasuk sang walikota.

“Sebagai kelanjutan dari misi ini, kami terus berkomunikasi secara rutin dengan walikota serta jajarannya. Kami berharap pembicaraan ini terus berlanjut.”

Sebelumnya Joe Anderson mengatakan bahwa Liga Primer Inggris sebaiknya dihentikan. Tidak hanya itu ia meminta agar Liverpool dinobatkan sebagai juara liga musim ini. Baginya Liverpool pantas untuk mendapat gelar tersebut.

“Saya rasa keputusan terbaik adalah mengakhiri musim ini. Bukan cuma soal Liverpool – mereka jelas sudah jadi juara – mereka pantas mendapatkannya, mereka harus dinobatkan sebagai juara,” beber Anderson.

Lebih lanjut ia mengatakan saat ini prioritas utama adalah kesehatan dan keselamatan semua orang. Menurutnya urusan sepak bola itu berada di urutan kedua.

“Yang terpenting dari semua ini adalah kesehatan dan keselamatan orang-orang. Saya rasa sepakbola itu jadi prioritas kedua dalam menentukan sebuah pilihan,” lanjutnya.

Sebelum kompetisi dihentikan Liverpool berstatus pemuncak klasemen sementara dengan keunggulan yang cukup jauh dari Manchester City di urutan kedua.

Bila Liga Inggris Dihentikan, Walikota Liverpool: Liverpool Juaranya

Liga Primer Inggris masih ditangguhkan. Belum ada keputusan jelas apakah akan dilanjutkan lagi atau disudahi. Tidak sedikit yang meminta agar kompetisi tersebut disudahi saja.

Salah satu datang dari walikota Liverpool, Joe Anderson. Pria yang diketahui sebagai penggemar Everton itu mengatakan kompetisi tersebut sebaiknya dihentikan. Tidak hanya itu ia juga meminta agar gelar juara diberikan kepada Liverpool.

Ia mengakui saat ini muncul pro dan kontra terkait nasib Liga Inggris musim ini. Ada juga yang meminta dan berharap agar kompetisi tersebut tetap berlanjut.

“Saya rasa keputusan terbaik adalah mengakhiri musim ini. Bukan cuma soal Liverpool – mereka jelas sudah jadi juara – mereka pantas mendapatkannya, mereka harus dinobatkan sebagai juara,” beber Anderson.

Lebih lanjut ia mengatakan saat ini prioritas utama adalah kesehatan dan keselamatan semua orang. Menurutnya urusan sepak bola itu berada di urutan kedua.

“Yang terpenting dari semua ini adalah kesehatan dan keselamatan orang-orang. Saya rasa sepakbola itu jadi prioritas kedua dalam menentukan sebuah pilihan,” lanjutnya.

Selain situasi pandemi yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, bila sampai Liga Inggris dilanjutkan dengan kebijakan digelar secara tertutup, hal ini tidak akan efektif untuk meredam kerumunan penonton. Menurutnya para penggemar Liverpool akan tetap datang ke stadion sekalipun laga tim kesayangannya digelar secara tertutup.

“Meski digelar tertutup, akan ada puluhan ribu fans Liverpool yang berada di luar Anfield. Sudah pasti akan banyak yang melanggar aturan untuk tidak mendatangi stadion. Orang-orang akan tetap datang untuk merayakannya, jadi saya rasa itu percuma saja,” sambungnya.

Tidak hanya itu, ia memprediksi sekalipun digelar di tempat yang netral di luar markas Liverpool, para penggemar klub tersebut akan tetap datang. Apalagi saat ini Liverpool di ambang gelar juara setelah menanti selama 30 tahun.

“Bahkan jika dihelat di tempat netral sekalipun, orang-orang akan berada di luar Anfield untuk merayakannya dan saya paham apa yang pihak kepolisian pikirkan, jadi akan sangat sulit untuk kami di sini. Anak-anak muda sudah pasti tidak akan menghiraukannya,” sambungnya.

Selain itu Anderson mengatakan situasi ini membuat pihak keamanan akan kewalahan untuk mengontrol para penggemar. Sulit juga untuk meminta para penggemar untuk menjaga jarak.

“Akan sangat sulit bagi polisi untuk menjauhkan orang dari kerumunan dan menjaga jarak jika ada perayaan di luar Anfield. Itu sangat konyol tentunya. Jadi, saya meminta Premier League dan pemerintah memikirkan kekhawatiran kami itu,” tegasnya.

Arsenal Mulai Berlatih Pekan Depan

Saat ini sejumlah klub Liga Primer Inggris sudah mulai ancang-ancang untuk kembali berlatih. Salah satunya adalah Arsenal. Bahkan pihak The Gunners sudah mengisyaratkan akan kembali berlatih pekan depan. Namun demikian Arsenal masih akan tetap menjalani serangkaian prosedur termasuk menerapkan protokol yang ketat bila ingin kembali beraktivitas di London Colney.

Menurut salah satu juru bicara Arsenal, akses terhadap pusat latihan itu akan dibuka pekan depan. Namun saja ia tetap akan dibatasi dan akan dikelola secara hati-hati termasuk memperhatikan kebijakan terkait social distancing.

“Para pemain akan diizinkan mengakses pusat latihan London Colney pekan depan. Akses akan dibatasi, dikelola dengan hati-hati, dan social distancing akan diterapkan sepanjang waktu,” beber sang juru bicara.

Lebih lanjut ia mengatakan latihan tidak akan berlangsung bersama-sama. Para pemain hanya diperbolehkan menjalani latihan individu. Setelah itu tidak ada kumpul-kumpul karena para pemain langsung diarahkan untuk kembali ke rumah.

“Seluruh gedung Colney akan tetap tutup. Para pemain akan pergi sendiri, menjalankan latihan individu, dan kembali ke rumah,” sambungnya.

Tidak hanya Arsenal, sebelumnya Manchester United sudah mewacanakan akan kembali berlatih. Namun hal tersebut akan diputuskan melihat keputusan otoritas setempat terkait masa lockdown. Sebagaimana dikatakan asisten pelatih Setan Merah, Kieran McKenna, pihaknya terus memantau situasi sambil berharap agar latihan bisa kembali digelar.

“Untuk saat ini, kami masih terus bekerja dengan harapan lockdown bisa dicabut setelah tenggatnya habis dan bisa kembali berlatih normal,” beber Kieran McKenna.

Lebih lanjut ia mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan jadwal latihan, termasuk menyiapkan rencana cadangan bila masa lockdown masih diperpanjang.

“Kami sedang mempersiapkan jadwal latihan saat ini, tapi kami sudah punya rencana cadangan jika memang masa lockdown diperpanjang,” lanjutnya.

Sementara itu dari pentas La Liga Spanyol berkembang wacana untuk menggelar pertandingan tertutup hingga Januari 2021. Hal ini diambil untuk mencegah penyebaran wabah corona yang sampai saat ini belum benar-benar berhenti.

Pemerintah Spanyol melalui kementerian olahraga pun menaruh harapan yang sama. Bahkan pihak tersebut menganjurkan agar saat wabah berakhir, kompetisi dilanjutkan lagi meski tanpa dihadiri penonton.

Sebagaimana dikatakan Menteri Olahraga Spanyol, Irene Lozano, pertandingan tanpa penonton merupakan solusi terbaik di tengah situasi ini. Ia yakin kompetisi La Liga musim ini bakal kembali digelar.

“Saya optimis dengan digulirkannya pertandingan tanpa penonton,” beber Lozano.

Bale dan Pochettino Berpeluang Reuni di Newcastle United

Saat ini Newcastle United sedang menjadi pembicaraan tidak hanya di tingkat sepak bola Inggris tetapi juga dunia. Pasalnya klub asal Inggris itu disebut-sebut akan diakuisi oleh milioner asal Timur Tengah. Dengan demikian Newcastle bakal menjadi klub kaya baru dan siap mengancam kemapanan klub-klub kaya Liga Inggris lainnya.

Dengan suntikan dana dalam jumlah banyak, klub tersebut pun dikabarkan akan melakukan peremajaan tim secara besar-besaran. Tidak hanya mendatangkan para pemain bintang, tetapi juga merekrut pelatih berkelas.

Kini nama Mauricio Pochettino disebut-sebut sebagai calon pelatih Newcastle. Pochettino meraih kesuksesan saat menukangi Tottenham Hotspur hingga didepak dari kursi pelatih pada November 2019. Sejak itu Spurs ditangani oleh Jose Mourinho.

Menurut Dimitar Berbatov bila kabar tersebut benar adanya maka akan menjadi catatan tersendiri bagi sejarah klub tersebut.

“Jika desas-desus itu benar, dan Newcastle ingin menunjuk Mauricio Pochettino, itu akan menjadi langkah besar bagi tim,” beber Dimitar Berbatov.

Lebih lanjut mantan ujung tombak Spurs dan Manchester United itu, bila sampai menjadi pelatih Newcastle maka, Pochettino akan melakukan perombakan tim secara besar-besaran. Pochettino tentu akan mendatangkan para pemain yang diinginkan agar bisa mencapai ambisi.

“Ini akan menjadi penanda pertama dari pemilik baru, kepada pemain yang mereka targetkan, itulah cara klub berbisnis. Jika menempatkan Pochettino di Newcastle, kemudian bicara kepada pemain [yang diinginkan], percayalah, mereka akan lebih memperhatikan dan menanggapi tawarannya dengan serius,” sambungnya.

Salah satu pemain yang santer dikaitkan dengan Pochettino adalah Gareth Bale. Ya keduanya sebenarnya pernah bersama di Spurs. Pochettino sempat menangani Bale sebelum ia hijrah ke Spanyol bersama Real Madrid.

Menurut sosok asal Bulgaria itu Bale adalah satu satu nama besar yang bakal masuk dalam radar Pochettino bila sampai menjadi pelatih Newcastle United.

“Saya juga berbicara tentang pemain besar. Saya tahu Gareth Bale termasuk di antara mereka yang dikaitkan dengan klub. Saya yakin Newcastle ingin membangun klub dengan beberapa nama besar,” tegasnya.

Saat ini Pochettino belum mendapatkan pekerjaan setelah ditendang dari kursi pelatih Spurs. Sementara itu Bale masih tercatat sebagai pemain Real Madrid. Hanya saja Bale santer dikabarkan tidak lagi merasa betah bersama Los Blancos sehingga pintu keluarnya makin terbuka lebar. Faktor-fakro inilah yang membuat reuni keduanya di Newcastle United bukan lagi sesuatu yang mustahil.

Hanya saja saat ini Liga Primer Inggris masih belum dipastikan kapan bergulir lagi. Wabah Corona atau Covid-19 membuat segala sesuatu menjadi tak pasti.

Kane Diharapkan Tetap Bersama Spurs Hingga Dapat Trofi

Saat ini Harry Kane terus diterpa kabar terkait peluang kepindahannya ke klub lain. Sejak berseragam Tottenham Hotspur, pemain tersebut belum sekalipun merasakan gelar juara. Hal ini dinilai bisa mendatangkan frustrasi dalam diri pemain internasional Inggris.

Di tengah pendapat yang menyetujui dirinya hengkang ke klub lain untuk bisa merasakan gelar juara, ada pula pandangan sebaliknya. Ada yang memintanya tetap setia bersama The Lilywhites hingga mampu meraih gelar juara.

Sebagaimana dikatakan mantan pemain Liverpool, John Barnes, komentar Kane yang membuka peluang untuk hengkang dinilai menyedihkan. Barnes justru meminta Kane untuk tetap bertahan untuk membantu timnya hingga mampu meraih trofi.

“Agak menyedihkan ketika para pemain mengatakannya. Saya ingat Wayne Rooney mengatakannya juga tentang Manchester United, dan dia mendapat kontrak baru. Itu fenomena modern,” beber Barnes.

Lebih lanjut terkait pengalaman Rooney, Barnes mengaatakan komentar tersebut justru mendatangkan manfaat baginya dengan mendapat kontrak baru.

“Rooney adalah pemain pertama yang bicara tentang ambisi klub yang sesuai dengan ambisinya, dan Fergie [Sir Alex Ferguson] tidak terlalu senang, tetapi dia harus memberinya kontrak baru,” sambungnya.

Barnes mengatakan saat ini yang dituntut adalah komitmen dari setiap pemain untuk berjuang bersama klub. Bila tidak maka pemain tersebut diragukan untuk tetap bertahan dan mampu memberikan diri secara total untuk meraih prestasi.

“Tapi penggemar menerima hal itu sekarang, yang saya tidak suka. Penggemar harus memahami bahwa klub Anda adalah hal yang paling penting, dan untuk pemain yang tidak berkomitmen, tidak boleh berada di klub,” bebernya.

Untuk itu Barnes mengatakan Kane harus bertahan bersama Spurs. Selain itu sang pemain pun harus tegas mengatakan komitmennya untuk membantu klub tersebut meraih gelar juara.

“Apa yang dia harus katakan adalah ‘Saya akan menjadi pemain yang bertahan di Tottenham dan membantu mereka memenangkan banyak hal,” lanjutnya.

Dengan mengutip mantan pelatih Liverpool, Bill Shankly, Kane seharusnya mampu menunjukkan performa prima baik saat timnya berada di puncak maupun saat mengalami krisis.

“Seperti yang dikatakan Bill Shankly [eks manajer Liverpool], ‘Jika Anda tidak bisa bermain untuk kami saat kami kalah, jangan bermain untuk kami saat kami menang. Dan jika Anda seorang pemain, Anda adalah bagian dari alasan Anda tidak menang,” tegasnya.

Dalam beberapa musim terakhir Spurs selalu nyaris menjadi juara mulai dari Liga Champions hingga Liga Primer Inggris. Kini di tangan pelatih bertangan dingin, Jose Mourinho harapan untuk mengakhiri paceklik gelar semakin menguat.