Sisa Kompetisi Bak Final bagi Barcelona

La Liga Spanyol dikabarkan akan kembali bergulir pada awal bulan depan. Dengan demikian para penggemar akan kembali menyaksikan persaingan di antara para peserta, terutama antara Barcelona dan Real Madrid.

Dua tim ini berada di urutan teratas di tabel klasemen sementara. Barcelona sementara ini berada di urutan teratas dengan keunggulan dua angka dari rival abadinya itu. Tak heran kubu Barcelona menyambut sisa kompetisi musim ini dengan penuh keseriusan.

Sebagaimana dikatakan oleh gelandang Barcelona, Arturo Vidal, Barcelona akan menghadapi 11 laga sisa dengan penuh keseriusan. Menurutnya, laga-laga tersebut tak ubahnya partai final bagi mereka.

Pemain asal Chile itu mengatakan dirinya sangat bersemangat untuk menyambut kembali kompetisi. Waktu jeda karena wabah Corona atau Covid-19 selama beberapa bulan sudah cukup membuatnya kangen untuk bermain bola lagi.

“Sebuah kesenangan luar biasa bisa kembali. Menjalani karantina selama dua bulan itu cukup panjang,” beber Vidal.

Lebih lanjut mantan pemain Bayern Muenchen itu mengatakan saat ini timnya sedang berada dalam tren positif. Namun demikian mereka akan menghadapi kompetisi dengan jadwal yang padat. Karena itu mereka harus siap 100 persen.

“Sekarang kami sedang tampil sangat baik, kami menghadapi beberapa bulan yang penting. Kami mesti berada dalam kondisi 100 persen untuk dua kompetisi yang sedang dipertaruhkan.”

Untuk memastikan gelar musim ini, Blaugrana harus memainkan 11 pertandingan. Tidak hanya itu, bila tidak ingin gelar musim ini jatuh ke tim lain, maka mereka wajib memaksimalkan 11 laga sisa itu. Tak heran Vidal mengatakan 11 laga sisa tak ubahnya partai final bagi mereka.

“Sebelas pertandingan ini akan menjadi 11 final, kami tahu betul bahwa mereka akan sangat menylitkan. Kami bukannya tidak percaya diri sendiri, melainkan kami mesti memikirkan tentang kemenangan dan melakukannya dengan cara terbaik,” pungkasnya.

La Liga bakal bergulir lagi pada 11 Juni mendatang. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Presiden La Liga, Javier Tebas. Tebas mengatakan rencana mereka sudah disetujui oleh Dewan Olahraga Nasional atau CSD.

“Dalam pertemuan grup kontak yang dibentuk bersama CSD (Dewan Olahraga Nasional), Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) dan LaLiga telah menyepakati format 11 pekan terakhir dari LaLiga Santander dan LaLiga SmartBank,” ungkap pihak CSD.

Lebih lanjut dikatakan bahwa kompetisi akan dimulai lagi pada akhir pekan di tanggal 13 dan 14 Juni. Namun demikian laga pertama akan digelar pada 11 Juni.

“Kompetisi akan mulai lagi pada akhir pekan di tanggal 13 dan 14 Juni, dengan pertandingan pertama antara Sevilla dan Real Betis pada Kamis, 11 Juni.”

La Liga Berlangsung Tertutup, Valverde: Itu Hal yang Buruk

La Liga Spanyol di ambang untuk bergulir kembali. Kompetisi sepak bola di jagad sepak bola Spanyol itu diprediksi akan berputar lagi pada pertengahan bulan depan setelah sempat terhenti selama beberapa bulan tersebab wabah Corona atau Covid-19.

Namun demikian situasi akan berbeda. Sekalipun kompetisi berlangsung lagi, para penonton tidak diizinkan untuk datang ke stadion. Laga-laga akan digelar secara tertutup.

Situasi ini mendapat beragam reaksi. Salah satunya dari pemain Real Madrid, Federico Valverde. Menurut sosok asal Uruguay itu, laga tanpa penonton akan menghadirkan kerumitan tersendiri. Bahkan ia mengatakan hal tersebut merupakan sesuatu yang tak baik.

“Beberapa laga mungkin masih oke, tapi saya gak tahu apa yang bakal terjadi kalau sampai 100 laga tanpa penonton. Yang pertama, sih, pasti akan rumit,” beber Valverde.

Lebih lanjut Valverde mengatatakan pihaknya belum siap untuk bermain dalam stadion tanpa penonton. Bedanya saat ini para pemain sedang bersemangat setelah kompetisi sempat terhenti selama beberapa pekan.

“Itu hal yang buruk. Kami tidak siap bermain dalam kondisi seperti itu. Mungkin sekarang semua orang justru sedikit lebih bersemangat,” sambungnya.

Pemain berusia 21 tahun itu mengatakan situasi yang terjadi ini patut dipahami. Orang-orang tentu lebih menaruh perhatian pada aspek kesehatan dan keselamatan. Apalagi wabah ini merupakan hal yang baru dan sampai saat ini belum ditemukan obat atau vaksinnya.

“Ini masa-masa yang sulit, terutama kekhawatiran yang Anda miliki pada orang-orang terdekat. Kita mengalami sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan mungkin membuat kami hanya memandang orang-orang harus melakukan pekerjaan yang lebih penting.”

Meski dalam situasi yang belum benar-benar kondusif, Valverde tetap optimis dengan masa depan kompetisi. Menurutnya sepak bola tetaplah menarik untuk ditonton dan dinikmati.

“Tapi, itu tidak menghentikan sepakbola untuk menjadi tontonan yang bisa kita nikmati,” pungkasnya.

Presiden La Liga, Javier Tebas mengatakan kapan kompetisi dimulai ditentukan pula oleh situasi yang terjadi dalam beberapa hari ke depan. Saat ini klub-klub La Liga sudah diizinkan untuk melakukan latihan secara berkelompok.

Menurut Tebas bilsa selama menjalani latihan bersama itu tidak ada kendala maka besar kemungkinan kompetisi akan bergulir lagi. Namun demikian ia mengatakan pihaknya akan sangat berhati-hati untuk mengambil keputusan.

Kembali Berlatih Bersama, Rakitic: Merasa Seperti Jadi Pesepakbola Lagi

Saat ini klub-klub La Liga sudah kembali menggelar latihan. Latihan yang dilakukan tidak lagi secara individu tetap bersama. Situasi ini pun mengundang beragam komentar. Salah satunya datang dari pemain Barcelona, Ivan Rakitic.

Menurut pemain internasional Kroasia itu kembali berlatih bersama terasa spesial. Ia merasa kembali menjadi seorang pesepakbola.

“Kembali berlatih secara berkelompok rasanya spesial. Saya merasa seperti pesepakbola lagi,” beber Rakitic.

Lebih lanjut ia mengatakan situasi ini harus disambut positif. Namun demikian masih ada aturan dan protokol yang harus dilaksanakan. Ia pun menegaskan akan patuh dan taat pada setiap protokol yang telah ditetapkan.

“Kami harus menghormati situasinya, tapi kami juga menantikan ini. Kami ganti baju dan mandi di rumah.”

Rakitic pun mengaku tak sabar untuk kembali merumput. Apalagi La Liga masih menghadirkan persaingan yang sengit. Saat ini Barcelona dan Real Madrid terus berjuang untuk menjadi kampiun di akhir musim.

“Saya benar-benar tak sabar kembali main. Hanya ada beberapa pertandingan lagi dan untuk ini saya ingin ada di level terbaik. Sisanya kita lihat saja,” sambungnya.

Mantan pemain Sevilla itu menegaskan ada banyak perubahan yang dialami di hari pertama latihan bersama. Bahkan rekan-rekan setim sampai berkomentar terkait perubahan yang terjadi dengan dirinya selama masa karantina mandiri.

“Saat tiba di tempat latihan, mereka bilang ‘Ivan, kamu berubah’. Secara fisik sekarang saya lebih baik daripada setelah musim panas,” tegasnya.

Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois pun sangat senang dengan situasi tersebut. Ia pun tak sabar untuk kembali bertanding di lapangan hijau. Apalagi sudah hampir dua bulan pihaknya tidak bisa beraktivitas.

“Setelah hampir dua bulan tanpa latihan, kami tidak sabar untuk kembali ke sana, untuk bersama sebagai tim lagi di sini di Valdebebas,” beber Courtois.

Lebih lanjut mantan kiper Chelsea itu mengatakan situasi yang sulit ini sempat membuat mereka harus menggelar latihan secara individu. Berlatih di rumah baginya bukan menjadi hal yang bagus. Tentu situasi tersebut berbeda dengan latihan bersama di lapangan.

“Ini berbeda ketika Anda harus melakukannya di rumah, tetapi semua orang telah berlatih dengan sangat baik. Kami melakukan semua yang diminta pelatih dan kami dalam kondisi yang baik. Secara umum, semua orang merasa oke,” lanjutnya.

Lebih lanjut Courtois pun mengungkapkan kesediaannya untuk berjuang maksimal di sisa musim ini. Ia menegaskan pihaknya pun bersiap untuk merebut trofi La Liga musim ini.

Kiper Madrid Senang Bisa Berlatih Bersama Lagi

Saat ini tim-tim La Liga Spanyol sudah mulai menggelar latihan, bukan lagi secara individu tetapi bersama. Hal ini mendatangkan berbagai respon positif. Salah satunya datang dari kiper Real Madrid, Thibaut Courtois.

Kiper asal Belgia itu pun sangat senang dengan situasi tersebut. Ia pun tak sabar untuk kembali bertanding di lapangan hijau. Apalagi sudah hampir dua bulan pihaknya tidak bisa beraktivitas.

“Setelah hampir dua bulan tanpa latihan, kami tidak sabar untuk kembali ke sana, untuk bersama sebagai tim lagi di sini di Valdebebas,” beber Courtois.

Lebih lanjut mantan kiper Chelsea itu mengatakan situasi yang sulit ini sempat membuat mereka harus menggelar latihan secara individu. Berlatih di rumah baginya bukan menjadi hal yang bagus. Tentu situasi tersebut berbeda dengan latihan bersama di lapangan.

“Ini berbeda ketika Anda harus melakukannya di rumah, tetapi semua orang telah berlatih dengan sangat baik. Kami melakukan semua yang diminta pelatih dan kami dalam kondisi yang baik. Secara umum, semua orang merasa oke,” lanjutnya.

Lebih lanjut Courtois pun mengungkapkan kesediaannya untuk berjuang maksimal di sisa musim ini. Ia menegaskan pihaknya pun bersiap untuk merebut trofi La Liga musim ini.

“Kami juga ingin memulai kembali La Liga dan kami akan berjuang keras untuk memenangkannya,” tegasnya.

Saat ini Real Madrid masih berada di urutan kedua di tabel klasemen sementara. El Real mengemas total 56 poin dari 27 pertandingan yang telah dijalani. Courtois dan kawan-kawan tertinggal dua angka dari pemuncak klasemen, Barcelona.

Sebagaimana dikatakan bek Real Madrid, Dani Carvajal, mereka mengalami kikuk saat harus kembali ke lapangan latihan.

“Kami betul-betul kesulitan mengontrol bola di hari pertama latihan,” beber Carvajal.

Lebih lanjut pemain asal Spanyol itu mengatakan apa yang telah dilakukan selama pandemi di rumah ternyata berbeda dengan yang dilakukan di lapangan latihan. Berlatih secara mandiri di rumah tidak menjamin latihan bersama berjalan lancer. Namun demikian Carvajal mengatakan hal tersebut bukan menjadi tantangan berarti.

“Pada akhirnya, latihan Anda di rumah sendiri sama sekali berbeda dengan yang Anda lakukan di lapangan. Tapi kami semakin bagus kok,” sambungnya.

Terkait latihan yang dijalani, Carvajal mengatakan pihaknya tetap harus mengikuti berbagai protokol dan aturan ketat yang ditetapkan pemerintah.

“Kami harus mengikuti protokol yang ditetapkan LaLiga, berhati-hati dan menghormati aturan dan secara umum mencoba untuk mendapatkan kembali kecepatan dengan dan tanpa bola,” akunya.

Kroos Belum Berpikir untuk Tinggalkan Madrid

Toni Kroos menegaskan dirinya belum berpikir untuk meninggalkan Real Madrid. Berkembang kabar terkait kemungkinan pemain asal Jerman itu hijrah ke Liga Inggris. Terkait hal ini Kroos mengatakan dirinya sama sekali belum memiliki bayangan untuk bermain di kompetisi tersebut.

Kroos yang sudah berusia kepala tiga masih terikat kontrak dengan Los Blancos hingga 2023. Saat ini ia mengatakan dirinya masih merasa nyaman dan betah di Madrid. Ia mengakan sesuai kontraknya dirinya masih memiliki waktu yang lama untuk tetap berseragam Los Merengues.

“Tiga tahun di sepakbola itu lama. Tiga tahun bersama Real Madrid, bahkan lebih lama,” beber Kroos.

Lebih lanjut ia menegaskan dirinya benar-benar ingin memanfaatkan semua kesempatan yang masih tersisa. Ia ingin memanfaatkan tiga tahun masa kontrak bersama El Real. Setelah kontrak selesai ia baru berpikir terkait masa depannya setelah melihat situasi dan kondisi dirinya.

“Aku benar-benar ingin menghabiskan tiga tahun di Real. Maka saat yang tepat adalah di usia 33 tahun, untuk bertanya kepada diri sendiri: bagaimana kondisi fisik, apa motivasinya, apakah aku masih merasa ingin terus bermain? Baru kemudian kita lihat bagaimana,” sambungnya.

Selain Liga Inggris, Kroos juga dikaitkan dengan Liga Super China. Kroos menegaskan dirinya belum berpikir untuk mencoba peruntungan di kompetisi-kompetisi tersebut.

“Satu hal yang pasti tidak akan kamu baca tentangku adalah Kroos pergi ke China dua tahun lagi, atau cerita seperti itu. Lupakan saja hal-hal semacam itu itu,” sambungnya lagi.

Ia menegaskan masih ingin fokus dengan Real Madrid. Masih ada target-target yang ingin ia capai meski bersama klub saat ini ia sudah meraih sejumlah gelar bergengsi di antaranya Liga Champions Eropa.

“Aku tidak bisa membayangkan itu adalah pilihanku, untuk pergi ke tempat lain. Jika sudah waktunya dan kamu berkata, ‘Oke, satu tahun lagi di sini, karena kamu masih cukup baik dan masih ingin bermain’, aku tidak akan mengesampingkannya.”

Bila melihat kompetisi Liga Primer Inggris, Kroos sepertinya sedikit pesimis. Bila bermain di kompetisi tersebut saat usianya sudah 33 tahun, ia menilai bukan sesuatu yang ideal. Pasalnya Liga Inggris merupakan salah satu kompetisi yang sangat mengandalkan kekuatan dan kebugaran fisik.

“Tapi jika perubahan lain, ke Inggris misalnya, di mana mereka bermain yang sangat mengandalkan fisik, aku tidak bisa membayangkannya pada usia 33 tahun,” pungkasnya.

Legenda Inter Sebut Lautaro Punya Kapasitas Main Bareng Messi

Saat ini Lautaro Martinez santer dikaitkan dengan Barcelona. Berbagai spekulasi pun berkembang, mulai dari peluang Inter Milan melepas pemain tersebut, kesanggupan Barcelona merogoh kocek untuk mendatangkan sang pemain, hingga kecocokannya dengan para bintang Barcelona seperti Lionel Messi.

Menurut mantan pemain Inter Milan, Diego Milita, Lautaro Martinez memiliki kualitas yang memungkinannya bisa bermain bareng dengan Lionel Messi. Tidak hanya itu kapasitas yang dimiliki pemain tersebut membuatnya bisa bertandem dengan Messi di lini depan Barcelona.

Milito merupakan salah satu pemain legendaris Inter Milan dan tim nasional Argentina. Tentu ia tahu bagaimana karakter Lautaro baik di level klub maupun tim nasional. Bersama Messi, Lautaro pun pernah bermain bersama di tim nasional Argentina.

“Dia saat ini di Inter karena dia pemain hebat. Dia betah di Nerazzurri, tetapi tentu saja dia dalam kondisi yang luar biasa untuk Barcelona dan bermain dengan Messi,” beber Milito.

Meski performa Lautaro sedang bagus bersama Internazionale Milan, Milito yakin dengan kualitas yang dimiliki ia akan bisa beradaptasi dengan baik di klub baru, termasuk Barcelona. Walau demikian Milito tak bisa memprediksi secara pasti kelanjutan dari spekulasi tersebut, entah Lautaro akan tetap di Inter atau bakal bergabung dengan Barcelona.

“Dia adalah pemain yang sangat lengkap. Yang jelas, saya tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Saya mendengar ada banyak gosip tentangnya,” tegasnya.

Meski begitu ada anggapan Lautaro tidak akan begitu mudah beradaptasi dengan Barcelona, termasuk pula menyatu dengan para pemain bintang Barcelona seperti Lionel Messi dan Luis Suarez. Tidak mudah bagi seorang pemain untuk bisa tampil menyatu dengan nama-nama besar di atas.

Anggapan ini dilontarkan oleh mantan pemain Barcelona, Javier Saviola. Saviola yang juga asal Argentina mengatakan sejatinya Lautaro akan sangt berguna bagi Barcelona. Hanya saja untuk bisa menyatu dengan para pemain bintang lainnya bukan perkara mudah.

“Sejujurnya, sebagai pemain Lautaro akan sangat berguna bagi Barcelona. Tapi kita semua tahu apa artinya berada bersama Suarez, Messi, dan bintang-bintang lainnya. Maksud saya, tak mudah main bersama mereka,” beber Saviola.

Lebih lanjut Saviola mengambil contoh Paulo Dybala. Pemain muda timnas Argentina itu tidak mudah tampil bersama Messi di tim nasional Argentina. Menurutnya untuk bisa menyatu dengan Messi seorang tandem harus bisa menjaga konsentrasi agar bisa menjaga ritme permainan yang sama dengan Messi.

“Dia (Dybala) bilang bahwa sulit bermain bersama Messi dan saya setuju dengan perkataannya. Mempertahankan ritme permainan yang sama dengannya (Messi) memerlukan konsentrasi tinggi. Terdengar mudah, tapi pada praktiknya tidak,” sambungnya.

La Liga Berpeluang Bergulir Lagi pada Juni

Kompetisi sepak bola di Eropa sedang terhenti. Tidak terkecuali di Spanyol. Saat ini kompetisi tertinggi di sepak bola Spanyol, La Liga sedang ditinjau untuk menentukan nasibnya, apakah dihentikan atau dilanjutkan lagi.

Beredar kabar La Liga akan kembali bergulir dalam waktu dekat. Bulan Juni diprediksi akan menjadi waktu yang pas untuk menggulirkan kembali roda kompetisi tersebut. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh operator liga.

Meski begitu tim-tim peserta dan para pemain harus menjalani serangkaian prosedur mulai dari tes medis hingga latihan yang mulai dibuka secara bertahan. Dalam perjalanan waktu menuju bergulirnya kembali La Liga akan melewati berbagai fase persiapan.

“Langkah ini mencakup periode yang berlangsung sekitar empat pekan dengan fase-fase berbeda, yang bagaimanapun, akan bergantung pada proses de-eskalasi yang diterapkan oleh pemerintah,” beber pihak La Liga.

Lebih lanjut pihak La Liga akan terus berkomunikasi dengan setiap klub untuk menjalankan berbagai kebijakan sesuai dengan fase-fase yang telah ditentukan. Mula-mula para pemain menjalani latihan mandiri berlanjut dengan latihan bersama, sebelum kompetisi dimulai.

“Bersama dengan tes-tes medis yang dilaksanakan oleh klub-klub, sebuah pengaturan waktu kembali ke latihan telah diterapkan yang akan dimulai dengan para pemain berlatih sendiri dan dengan aktivitas kelompok sebelum kembalinya kompetisi, yang dijadwalkan pada Juni,” sambung pihak La Liga.

Tidak hanya La Liga, Serie A Italia juga tengah terhenti. Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora, ragu dengan masa depan kompetisi tersebut di musim ini. Spadafora memprediksi nasib Serie A tidak akan berbeda dengan Ligue 1 Prancis yang sudah dihentikan.

Ia mengatakan saat ini masih berlangsung negosiasi dengan berbagai pihak terkait kelanjutan kompetisi. Dari pihak Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), diajukan protokol medis sebagai jaminan untuk melanjutkan kompetisi. Namun ternyata protokol tersebut belum cukup.

“Negosiasi sedang berlangsung antara komite ilmuwan dan FIGC, yang menyajikan protokol medis yang dipertimbangkan masih belum cukup,” beber Spadafora.

Lebih lanjut ia mengatakan saat ini sejumlah klub Serie A sudah mulai diperbolehkan untuk menggelar latihan, meski masih terbatas. Namun demikian Spadafora menilai hal tersebut belum bisa menjadi indikasi bahwa Serie A akan berlanjut lagi. Ia justru melihat situasi yang ada sekarang tidak memungkinkan untuk melanjutkan kompetisi.

Sassuolo menjadi klub Serie A pertama yang mulai berlatih. Namun demikian latihan tersebut masih dilakukan secara individu dan dibuat dengan mengikuti prosedur yang ketat. Durasi hingga lapangan diatur sedemikian rupa untuk menghindari kontak fisik di antara para pemain.

Pemain Tolak Wacana Kelanjutan La Liga Digelar Tertutup

Saat ini berkembang wacana untuk menggelar pertandingan tertutup untuk sejumlah kompetisi yang tengah terhenti akibat pandemi Corona atau Covid-19. Salah satunya adalah La Liga Spanyol.

Namun demikian wacana tersebut sepertinya sulit terealisasi. Di satu sisi wabah Corona masih saja berlangsung dan sulit diketahui kapan kompetisi itu akan benar-benar berhenti. Kedua, ada penolakan dari para pemain terhadap wacana tersebut.

Para pemain yang tergabung di Asosiasi Pemain Sepakbola Spanyol (AFE) sudah menyatakan sikap terkait wacana tersebut. Sikap itu diambil dalam rapat melalui teleconference yang dihadiri oleh kapten dari 42 tim yang berlaga di dua divisi teratsa Liga Spanyol pada Selasa, 21 April 2020 waktu setempat.

Dalam keterangannya, AFE mengatakan saat ini banyak pihak masih mengutamakan kesehatan dan keselamatan para pemain di atas segalanya.

“Kesehatan para pemain adalah hal yang masih diperdebatkan. Namun untuk saat ini, hal tersebut tak bisa diganggu gugat,” beber AFE.

Lebih lanjut pihak AFE mengatakan pihak otoritas sepak bola Spanyol tentu sedang bernegosiasi dengan pemerintah Spanyol dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan Dewan Olahraga untuk mendapatkan persetujuan agar kompetisi tersebut bisa dilanjutkan kembali

“Kami yakin mereka akan berupaya mendapat persetujuan dari Kementrian Kesehatan dan Dewan Olahraga Spanyol agar kegiatan olahraga bisa kembali digulirkan. Kami para pemain paham bahwa perkataan mereka selalu harus didengar setiap saat,” sambungnya.

Namun demikian pihak AFE mengatakan tak segan menentang setiap keputusan yang dianggap merugikan, termasuk bila ingin digelar secara tertutup.

“Namun, mengenai kamp latihan jika perlu kami harus terus bertentangan dengan mereka,” tegas AFE.

Sejauh ini belum diketahui terkait kapan La Liga akan bergulir lagi. Sementara itu Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora, berharap kompetisi sepak bola di negara itu bisa bergulir dalam beberapa waktu ke depan. Namun demikian sang menteri mengatakan hal ini ditentukan oleh perkembangan status kesehatan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.

“Beberapa minggu ke depan akan sangat penting untuk memahami evolusi situasi perawatan kesehatan, dan bagaimana, jika, dan kapan kami bisa kembali bermain olahraga di semua level,” beber Spadafor.

Lebih lanjut sang menteri mengatakan ia berharap latihan para pemain Serie A bisa terjadi tak lama setelah masa karantina berakhir. Ia mengharapkan jadwal tersebut tidak berubah dan tetap menjadi patokan bagi para pemain untuk mulai bersiap menjalani latihan, termasuk bila itu hanya terjadi secara tertutup.

Malcom Bongkar Hal Aneh dalam Latihan Barcelona

Nama besar Barcelona sebagai salah satu klub elit tak diragukan lagi. Ya, klub asal Catalonia itu adalah salah satu klub terbaik di dunia. Ternyata di balik nama besar tersebut ada hal yang sulit dimengerti.

Hal ini seperti dialami oleh mantan pemain Barcelona, Malcom. Pemain yang kini bermain untuk Zenit St Petersburg itu tak habis pikir dengan porsi latihan mantan klub tersebut. Menurutnya waktu latihan di klub tersebut terlalu singkat. Durasi 40 hingga 50 menit dianggap terlalu pendek.

Menurutnya situasi tersebut berbeda dengan yang dialaminya saat ini di Rusia. Porsi latihan di Zenit saat ini dua kali lebih banyak dari Barcelona.

“Para pemain di Barcelona tidak cukup sering berlatih. Di Zenit, kami sekarang melakukan dua kali sesi latihan,” beber Malcom.

Lebih lanjut Malcom mengatakan situasi ini memberikan dampak buruk padanya. Cedera yang diaami tak lepas dari porsi latihan yang lebih banyak ketimbang saat masih berseragam Barcelona.

“Kenyataannya di sini kami berlatih lebih sering, itu sebabnya saya mengalami cedera! Di Barca, saya hanya punya 40-50 menit untuk berlatih,” tegasnya.

Saat ini klub-klub sepak bola sedang mengalami kevakuman akibat wabah corona. Hal ini tentu mempengaruhi psikis para pemain. Salah satunya seperti dialami Arturo Vidal. Pemain Barcelona ini harus menjalani latihan pribadi untuk menjaga tubuh tetap bugar.

“Saya bangun lebih pagi dan berlatih. Untuk itu, pekerjaan yang kami lakukan sangat penting bersama Juan Ramirez. Saya mempunyai gym, dengan beberapa alat kebugaran di rumah dan itu membantu untuk terus bekerja secara rutin,” beber Vidal.

Lebih lanjut mantan pemain Juventus dan Bayern Muenchen itu mengatakan dirinya sangat rindu untuk bermain. Tidak hanya itu ia juga kangen dengan suasana ruang ganti dan tak terkecuali dengan para pemain Barcelona lainnya.

“Saya rindu bermain. Bersama rekan-rekan setim, berbagi ruang ganti. Kami berhubungan dengan konstan dan klub memberi panduan, tapi itu tak sama dengan bekerja di lapangan. Saya merindukan itu,” sambungnya.

Pemain internasional Chile itu mengatakan situasi saat ini terlihat agak aneh. Selain terhentinya semua agenda pertandingan, tidak sedikit nyawa manusia melayang. Ribuan hingga puluhan ribu orang sudah menjadi korban dari virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China itu.

“Ini semua terasa begitu aneh. Berada di rumah sepanjang hari, menyaksikan orang meninggal di seluruh penjuru dunia, ini buruk sekali,” ungkapnya lagi.

Gara-gara Corona, Degradasi La Liga Musim Ini Diminta Ditiadakan

Apakah anda setuju bila kompetisi La Liga musim ini diakhiri saja? Sementara itu untuk tim-tim penghuni dasar klasemen di tabel klasemen sementara mendapat pengecualian untuk tetap bertahan di kasta teratas alias tidak terdegradasi.

Demikian salah satu usulan yang datang dari mantan pemain Barcelona. Hal ini didasarkan pada situasi dunia umumnya dan Spanyol khususnya yang masih berhadapan dengan pandemi Corona atau Covid-19.

Legenda Barcelona, Hristo Stoichkov menghentikan kompetisi sebagai pilihan tepat untuk menghindari penyebaran Corona. Baginya yang terpenting adalah kedisiplinan alih-alih ketakutan.

“Kami tidak butuh ketakutan, tapi kami butuh disiplin. Jika kita melihat bagaimana situasinya, dengan pertandingan yang sudah dimainkan, yang paling adil adalah mengakhiri LaLiga seperti apa adanya sekarang,” bebernya.

Selain menyarankan kompetisi tersebut dihentikan, Stoichkov juga memberikan anjuran terkait penentuan gelar juara. Ia menyarankan agar Barcelona ditetapkan sebagai juara musim ini. Saat ini Barcelona berstatus pemuncak klasemen sementara dengan raihan 58 poin dari 27 pertandingan. Barcelona unggul dua angka dari Real Madrid di urutan kedua.

“Di bawah, banyak yang masih bisa menghindari degradasi, ada banyak pertandingan tersisa,” ungkapnya.

Lantas bagaimana dengan degradasi dan promosi? Stoichkov menganjurkan untuk meniadakan degradasi musim ini. Sementara itu dua tim teratas di Divisi Segunda dipromosikan ke La Liga.

“Jadi liga bisa tetap seperti ini, dengan tidak ada degradasi dan dua tim teratas di Segunda promosi dan membuat liga punya 22 peserta. Karena mereka (Cadiz dan Real Zaragoza) sudah bekerja keras dan memenangi banyak pertandingan,” ungkapnya.

Saat ini klub-klub peserta sedang berjuang menghadapi terpaan wabah corona. Begitu juga para pemain. Bahkan sejumlah klub La Liga mengambil kebijakan untuk memangkas gaji karyawan. Salah sejumlah klub yang mengambil kebijakan tersebut di antaranya Atletico Madrid.

Sebagaimana dikatakan CEO Atletico, Gil Marin, saat ini pihaknya memangkas gaji dengan melihat kondisi yang terjadi saat ini.

“Situasi seserius ini memaksa kami membuat keputusan sulit yang dibutuhkan untuk kebaikan klub. Saya ingin berterima kasih kepada semua orang di klub atas usaha spesialnya selama masa-masa sulit ini,” beber Marin.

Lebih lanjut Marin mengatakan hal ini ditempuh untuk menjamin kondisi finansial klub.

“Sayangnya, dan dengan tujuan utama menjamin keberlangsungan klub, kami terpaksa meminta pemotongan gaji sementara untuk profesi yang tidak bisa menjalankan tugasnya karena situasi darurat di negara ini, karena mereka menghentikan aktivitas sepenuhnya, begitu juga mereka yang jam kerjanya berkurang.”